Edan. Puas?

Okay, Hello and Goodbye.

Mati lo sana, pindah aja ke dunia lain Thi.

Nah itu tuh buktinya gue makin meracau akhir-akhir ini. Sangat meracau FYI. Gue mengulang lagi semua kata-kata yang ada dan pernah singgah di otak gue dan merangkainya menjadi kalimat-kalimat rancu tidak berurutan sedari kemarin. Sayangnya ketika gue malah berhadapan dengan laptop gue tercinta ini, kata kata itu menguap, frasanya apalagi, hilang begitu saja.

Oke, gue beneran bukan contoh penulis yang baik. Gue bukan orang yang bisa mendeskripsikan sesuatu dengan amat bagus (apalagi sejak gue ikut IH gue makin sering jiper lihat tulisan orang). Nah, kayak gini nih yang gue maksud, topiknya ngalor ngidul ngetan ngulor. Oke, stop pelajaran bahasa jawanya, btt by the way.

Nah itu tadi, sebenernya yang bikin gue stress ialah ikut IH itu sendiri. Gue itu tipe-tipe orang yang bukannya malah tertantang ngeliat postingan orang yang bagus abis tapi malah jiper dan ga minta main lagi. Kalo gitu apa kabarnya Kimiko Heath, oh well bye bye darling. Sumpah, gue pengen abis unregis itu chara gagal satu sebenernya. Pengen sepengen-pengennya umat, tapi gue butuh sumber bahan bacaan lain, contohnya aja ya IH itu tadi. Ikut IH berasa kayak punya novel sendiri, ada sumber bacaan lain.

TAPI GUE BENCI.

Nah lho.

Udah ah, lupakan lupakan. Gue meracau lagi, nanana—

Gue makin ga waras deh kayaknya.

Perasaan ya, beberapa hari lalu hidup gue normal-normal aja. Kok sekarang malah meracau ga karuan gini? Bawaannya oke, pengen ngomel mulu. Apalah kata-kata kebun binatang dan konco-konconya pengen abis gue keluarin. Oh men, gue makin ga waras. Gue ga pernah juga yang pernah maki-maki orang kok, tapi maki-maki diri sendiri sering. Gue orang yang temperamen tapi ga pernah bisa ngeluarin perasaan marahnya. Nah, itu gue.

Lama-lama mending gue mati aja deh beneran.

ARGH!

Segalanya bikin gue muak beneran. Dunia yang sempit abis, yang monoton. Sumpah gue bosen sebenernya haha hihi kanan kiri, bersikap ramah, ngeluarin lagi topeng gue itu. Njir, gue bosen banget. Maunya ya kalo gue lagi emosi ya gue keluarin semuanya. Ga perlu mikir-mikir lagi siapa aja yang gue teriakin. Dan ga peduli apa yang bakal mereka pikirin soal gue. Gue bejat-kah, jahat-kah, sadis-kah, rese-kah, nyolot-kah. Peduli setan.

Nah, gue pengennya sih gitu.

Sayangnya, iya sayangnya gue gabisa. Gue, katanya orang-orang terlalu memikirkan apa yang orang lain pikirin soal gue. Gue orangnya gampang ga enakan, salah dikit gue pasti gaenaknya bisa sampai kapan tau, yang pasti lama. Gue akui itu semua bener deh. Gue orangnya hobi memendam semuanya dalam diri. Daripada orang lain yang akhirnya malah sebel ke gue karena gue curhatin? Oh no way.

Kalo lo tanya siapa Kimiko. Dia itu gue. Dia itu gue versi mulut asal jeplak, dia itu hati gue, satu sisi gue yang gabisa gue keluarin di Real World. Nah kalo hubungan Kim Belle yang begitulah, itu bentuk gue dalam dunia nyata. Kimiko sayang Belle meskipun dia ngomel-ngomel sendiri dalam hati karena keimbisilannya Belle. Nah gue juga gitu.

Ah gila, gue malah makin meracau aneh.

Ga, gue bukan anak muka dua jelas. Gue ya gue. Cuma akhir-akhir ini sisi gue yangsatu lagi kayaknya sedang merasuki gue lagi, membuat sisi gue yang lainnya berusaha keras untuk mengusir dia yang keji itu dari dalam tubuh gue.

Gue keji? Emang.

Damn, gue muak beneran. Kenapa sih gue gajadi kayak dulu aja, tipikal anak manis yang care sama semua orang tanpa memaki-maki dibaliknya? Itu kan jauh lebih asik, dan menyenangkan. Biarkan sisi keji gue merasuk ke Kim semua, ga usah racuni gue lah.

Ck. Sumpah gue benci.

Advertisement

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.